Tentang Saya

Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh…

Perkenalkan nama lengkap saya adalah Bobi Saputra. Lahir di kota Bengkulu, 26 Maret 1993 dan saat ini masih berdomisili di kota Bengkulu. Adapun kedua orang tua saya berasal dari Desa Napal Melintang, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Saya adalah anak ke-5 dari 7 bersaudara. Suami dari istri tercinta, Violitha Gusanti.

Saya mengenyam pendidikan SD hingga SMA di kota Bengkulu. Barulah ketika lulus SMA, saya mulai melakukan perjalanan hijrah menuntut ilmu ke tempat yang lebih jauh. Kisah lengkap perjalanan hijrah saya bisa dibaca di sini.

Riwayat Pendidikan Formal

  1. SD Negeri 88 Kota Bengkulu (1999-2005)
  2. SMP Negeri 17 Kota Bengkulu (2005-2008)
  3. SMA Negeri 8 Kota Bengkulu (2008-2011)
  4. Ma’had Ustman bin Affan Jakarta, Jurusan Bahasa Arab dan PAI (Agustus 2015-Mei 2016)
  5. LIPIA Jakarta, Jurusan I’dad Lughawi (2016-2018)
  6. Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Jurusan PAI (2019-sekarang)

Riwayat Pendidikan Non Formal

  1. Ma’had Darussalaam Kompleks Perumahan Griya Tugu Asri, Depok, Jawa Barat (2012-2014)
  2. Pesantren Qur’an Al-Fida Bengkulu, Kota Bengkulu (April 2014-Oktober 2014)
  3. Daurah 40 Hari Menghafal Al-Qur’an di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (November 2014-Desember 2014)

Pernah ikut meramaikan beberapa lomba di tingkat kota maupun provinsi dan mewakili provinsi Bengkulu ke tingkat Nasional.

  1. Juara 1 MTQ Tingkat Provinsi Bengkulu Cabang Tafsir Al-Qur’an Golongan Bahasa Inggris di Kabupaten Lebong, 2017.
  2. Perwakilan Provinsi Bengkulu di MTQ Nasional Cabang Tafsir Al-Qur’an Golongan Bahasa Inggris di Kota Medan, Sumatera Utara, 2018.
  3. Perwakilan Provinsi Bengkulu di Ajang Olimpiade Pecinta Qur’an (OPQ) Cabang Tafsir Al-Qur’an Golongan Bahasa Indonesia di Kota Bekasi, Jawa Barat, 2016.
  4. Perwakilan Provinsi Bengkulu di Ajang Musabaqah Hifzhil Al-Qur’an dan Hadist (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul ‘Aziz Alu Sa’ud Cabang Hifzhil Qur’an 15 Juz di Jakarta, 2020.

Saat ini mengemban amanah sebagai guru tahfizh dan bendahara di Pesantren Qur’an Al-Fida Bengkulu.

Saya bercita-cita membangun sebuah lembaga Qur’an yang fokus pada pondasi-pondasi dalam mempelajari Al-Qur’an seperti tahsin dan bahasa Arab dengan tidak meniadakan program tahfizh (menghafal Al-Qur’an) secara mutlak. Lalu mengapa saya tidak berkeinginan mendirikan lembaga tahfizh secara khusus (setidaknya untuk saat ini)?

Bagi saya dalam segala hal harus ada pihak yang memfokuskan diri dalam aspek tertentu. Dalam hal ini, saya melihat sudah cukup banyak lembaga menghafal Al-Qur’an di Bengkulu. Tentu dengan kelebihan dan kekurangannya.

Tentu saya masih harus memantaskan diri terlebih dahulu sembari terus mengasah potensi diri.

Mohon do’anya agar apa yang saya citakan diijabah oleh Allah…

Ya Allah, mudahkanlah… Aamiin

~ Bobi Saputra